Kamis, 22 April 2010

Pesan Rahasia Sang Secret Admirer


"When you are kind to others, it not only changes you,it changes the world." Harold Kushner

Sebuah amplop surat berwarna biru yang terselip di buku ensiklopedi manusia setebal 5 cm itu mengawali sebuah perubahan paling dramatis di hidupku. Hanya ada sepucuk surat dan beberapa patah kata yang tertulis di sana. Sebuah kata yang memotivasi dan membuatku merasa amat tersanjung. Seberharga itukah diriku? Tanyaku berkali-kali memandang untaian kata indah itu.

" Vita, biru melambangkan laut yang terhampar luas dengan deburan ombak yang kadang tenang dan kadang bergelora. Seperti itulah AKU menggambarkan dirimu "

Amplop berwarna biru yang kupikir hanyalah dari seorang mahasiswa iseng di kampus atau surat dengan salah alamat yang kebetulan bernama sama denganku itu ternyata disusul dengan amplop berikutnya. Sebuah amplop merah muda itu kutemukan jatuh dari dalam tas ku ketika sedang mencoba merogoh ponsel. Kembali terdapat sepucuk surat, dengan untaian kata indah di dalamnya. Siapakah aku hingga si AKU terpesona dengan diriku? Apakah ada orang yang hendak mempermainkan perasaanku? Aku hanyalah mahasiswi kolot, konvensional, sederhana, dan tak ada sedikitpun berkas kecantikan dalam diriku yang kumal dan berkacamata tebal.

" Vita, merah muda melambangkan cinta dan kasih sayang yang terpancar keluar melalui kepedulianmu kepada sesama yang membutuhkan. Betapa kagumnya AKU pada dirimu "

Seolah merasa tersindir, apakah aku mengenal orang ini? Kapankah aku pernah peduli pada sesama? Yang kupedulikan selama ini hanya egoku dan kepentingan diriku pribadi. Aku malu dan takut bergaul dengan sesama. Siapakah sang pujangga AKU ini?

Sebuah amplop berwarna kuning berikutnya tiba-tiba kutemukan di sela-sela buku yang kupinjam dari perpustakaan. Sekali lagi amplop ini memberi diriku perasaan luar biasa. Aku bertanya-tanya dalam hati siapakah pengirim surat ini, dan apa tujuan sebenarnya mengirimkan aku semangat yang berkobar-kobar ini.

" Vita, kuning melambangkan sinar matahari yang menghangatkan hati banyak orang, dan memanaskan api semangat yang berkobar-kobar. Seperti itulah AKU mengagumi pancaran sinarmu "

Kembali, perasaan tak enak muncul dari dalam hatiku. Seolah membuka kenangan lama, kenangan pahit dan menyakitkan yang membuatku memutuskan mengucilkan diri dari pergaulan. Aku semakin mendapat gambaran apa yang ingin disampaikan sang pujangga pada diriku.

Selama seminggu, tidak ada surat yang muncul. Aku bertanya-tanya dan terus berharap kata-kata pujian itu datang menghampiriku yang tengah terpuruk dan kesepian. Akhirnya, seminggu kemudian, surat berwarna abu-abu datang dan membuatku sangat terkejut karena isinya yang tajam dan membuatku malu.

"Vita, abu-abu adalah warna yang tepat untuk menggambarkan situasimu saat ini. AKU kecewa karena kamu tak mampu menetapkan pilihanmu. Putih adalah lambang kemurnian hati. Hitam adalah lambang kesesakan dan amarah. Mana yang akan kau pilih? AKU menunggu "

Teriris rasanya hati ini mendengar kata-kata menusuk yang tepat menggambarkan suasana bimbang dalam hatiku. Siapakah sang pujangga ini, mengapa Engkau begitu mengerti diriku? Lantas mengapa tak kau tolong aku?

Lama merenung, kuputuskan komitmen baru dalam hidupku. Aku mengambil sebuah kertas berwarna putih tebal, kulipat menjadi burung, dan kuterbangkan di lorong kampus yang tengah sepi saat itu. Aku bergumam dalam hati, "Siapapun kamu, pengirim surat rahasia, inilah jawabanku, lihatlah aku! Aku bukan diriku yang dulu lagi, aku sudah lahir kembali untuk menjadi seperti yang Kau ingini."

Sejak saat itu, aku mulai membuka diri dalam pergaulan, menjadi pribadi ramah nan menarik, berusaha menjadi penolong bagi orang lain yang membutuhkan, dan aku... jauh lebih bahagia dari yang pernah aku bayangkan.

Beberapa bulan kemudian, ketika hendak menuju kampus, tiba-tiba berpuluh-puluh balon berwarna putih beterbangan di angkasa. Sebuah senyum kecil mencuat di bibirku. Aku bergumam, " Aku tahu, Engkau melihatku dari atas sana "

Apa yang kita perbuat bagi orang lain, dapat menjadi sumber motivasi bagi orang tersebut dan juga dapat menjadi senjata yang menyakiti orang tersebut? Tentukan pilihanmu.

Ketika kamu menjadi malaikat bagi orang lain, kamu menjadi malaikat bagi dirimu sendiri.

Setiap manusia membutuhkan sosok penyemangat dan pengingat dalam hidupnya untuk mampu mencapai aktualisasi dirinya.


-cerita di atas hanyalah fiktif belaka,bila ada kesamaan nama atau peristiwa maka hanya bersifat kebetulan dan tidak disengaja-

1 komentar:

fera on 22 April 2010 23.24 mengatakan...

SIp^^ like it ada lagi? haha cerita yang menginspirasi stev^^

 

Setangkup Roti Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
Cake Illustration Copyrighted to Clarice