Senin, 19 April 2010

Memberi dan Menerima


Di sebuah trotoar dekat sebuah bak sampah, duduk seorang pemulung yang tengah beristirahat. Teriknya matahari siang itu membuat kulitnya yang sawo matang tampak semakin gelap, ditambah peluh dan debu yang melekat di wajahnya yang kusam. Pria ini mengangkat topi butut yang dipakainya dan mengibas-ngibaskan ke lehernya untuk memberi sedikit kesegaran. Pria yang mengenakan kaos abu-abu kumal ini kemudian mencari tempat berteduh di bawah pohon, sesekali pria ini menghela napas dan menelan ludah seraya melirik ke arah tukang es lilin yang sedang menjual dagangannya di bawah pohon tersebut. Sadar bahwa dagangannya menjadi perhatian pemulung tadi, tukang es bertanya pada pemulung tadi,"Mau esnya , Pak? Murah kok cuma 500 rupiah ! "
Pemulung itu tersentak kemudian merogoh saku celananya dan mendapati uang koin 500 rupiah. Pria ini memandangi uang koin berwarna emas tersebut, kemudian dikembalikannya ke saku celananya. " Nggak, Pak! Uang saya gak cukup.."
Tukang es heran , lantas bertanya , " Lo, emangnya bapak mau beli berapa, kok ga cukup? "
Pemulung ini menjawab, " Uang 500 ini tidak cukup untuk membeli makanan untuk anak saya di rumah. Lebih baik saya simpan untuk tambahan uang daripada saya belikan minum. Kasihan anak saya nanti.."
Tukang es merasa iba , ia ingat akan anak semata wayangnya yang juga menunggu dirinya di rumah. " Pak, ini saya kasih es lilinnya 2 gratis , buat bapak dan anak bapak di rumah.."
Pemulung tadi terkejut, tapi kemudian dengan senyum berseri-seri ia mengucapkan terima kasih pada tukang es tadi, dan segera berlari menuju gang sempit dekat jalan raya tersebut. Tampaknya tempat tinggal pemulung tadi harus melalui gang kelinci tersebut.
Hari semakin sore, ternyata dagangan tukang es lilin tidak begitu laris hari tersebut. Hari kian mendung, dari pagi hingga sore, es lilin yang terjual hanya 2 biji. Itu artinya, beliau hanya mendapat 1000 rupiah hari ini, sedangkan sisa es lilin yang lain sudah mulai mencair akibat panas terik di siang hari sehingga tidak dapat dijual kembali. " huh.. rugi deh hari ini..1000 rupiah bisa buat beli apa.. Belum lagi Dodot minta dibelikan mainan dan aku janji mau membelikan hari ini.."
Dengan hati yang gundah, tukang es tadi berjalan melewati perkampungan hendak pulang ke rumahnya. Di tengah jalan, beliau melihat gerobak mainan. Tukang es tadi segera menepi dan bertanya pada penjual mainan, " Permisi bu, berapa ya harga mainan mobil-mobilan ini ? "
Ibu itu menjawab, " Oh itu pak, harganya 5 ribu.."
"waduh, bisa kurang gak bu, saya cuma punya 1000 rupiah.." jelas tukang es
Ibu itu kembali menjawab dengan ketus, " Waduh mana bisa kalau cuman seribu pak, bikin aja sendiri kalau begitu! "
Mendapat perlakuan tak enak, tukang es kembali menarik gerobak dan pulang dengan langkah gontai.
Sesampai di rumah, Dodot tengah bermain mobil-mobilan yang terbuat dari kayu, lempeng bekas, roda bekas yang ditarik dengan tali. "Loh, Dodot dari mana kamu dapat mainan ini? Ayo, cepat balikkan ke yang punya.."
"Ini punya Dodot bapak..!! dikasih sama teman baru Dodot yang tinggal di kampung sebelah. Ayahnya pemulung yang biasa mulung di jalan raya. Mainan ini dibuatkan untuk Dodot.. "
"Ya sudah, besok antar bapak ke rumah temanmu yah, bapak mau berterimakasih.."

Keesokan harinya, Dodot dan ayahnya, si tukang es lilin, bersama-sama menuju rumah teman Dodot. Tak disangka tukang es ini bertemu dengan pemulung yang ditolongnya. Menyadari kebaikan hati masing-masing, tukang es segera menyalami erat pemulung tersebut.
Tukang es yang telah menolong pemulung, pemulung kemudian menolong anak kecil yang menangis meminta mainan di depan rumahnya, dan ternyata merupakan anak si tukang es.

Hari ini kita belajar, bahwa dengan memberi sesuatu kepada orang yang membutuhkan, tidak harus berupa barang, tapi juga bisa berupa semangat dan kata, kita menerima sesuatu dari orang lain yang memberikan kebahagiaan dan menjadi semangat baru dalam hidup kita.
Dengan memperhatikan orang lain, kitapun diperhatikan oleh orang lain. Dengan melayani, kitapun dilayani. Saling berbagi kasih dapat memberi inspirasi baru untuk menatap hari depan.
Maukah Anda mengulurkan tangan Anda ?

0 komentar:

 

Setangkup Roti Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
Cake Illustration Copyrighted to Clarice