Senin, 21 Juni 2010

You Are Special, A Story About Punchinello







It’s a story about Punchinello, a wooden person called a Wemmick. The Wemmicks spend their days putting stickers on each other- gold stars for “good Wemmicks” and dots for not-so good Wemmicks. Punchinello has dots all over him, because he doesn’t have any special skills and is clumsy. Because of his dots, everyone makes fun of him and he begins to feel like an outcast.

Then one day he meets a girl who doesn’t have any stars or dots on her, and he asks her why she is different from all of the other Wemmicks. She explains that she has met Eli, the woodcarver who made the Wemmicks, and she suggests that Punchinello go to visit him.

Punchinello goes to see Eli, and Eli explains that the stars and dots only stick if you let them. And that it doesn’t matter what the people in the town think of him, because Eli, his maker, made him and he thinks Punchinello is special. Punchinello finally understands where his true worth lies, and as he leaves the house, the dots that have caused him so much pain start to fall off.


Video :

http://www.youtube.com/watch?v=CMBpAi30FSE&feature=related

http://www.youtube.com/watch?v=xDeRkX6hhL8&feature=related

http://www.youtube.com/watch?v=9P21fu4NsyI&feature=related

( can't find english version )


Beberapa hari yang lalu waktu aku ikut retret, aku dapet cerita ini. Cerita yang sangat menyentuh dan aku berharap bisa share cerita ini ke teman2 yang lain. Hampir semua dari kita pernah mengalami keadaan seperti ini, di label dan dicap negatif oleh banyak orang yang kemudian membuat kepribadian kita menjadi seperti yang dikatakan oleh orang lain pada kita. Hari ini kita belajar sesuatu, bahwa keberhargaan diri kita tidak dilihat oleh apa kata orang pada kita, tapi apa yang Tuhan katakan pada kita.

Sebuah perumpamaan tentang uang sebesar 100 ribu rupiah yang mulus , fresh, baru, dan bernilai. Ketika uang itu dilipat, diremas-remas, hingga kusut, nilainya tidak berubah bukan? kemudian tidak sengaja terinjak dan terbuang ke got, terbawa angin, kemudian jatuh di kaki seseorang, apakah masih berharga? masih bernilaikah uang itu?

Sama halnya dengan kita. Tuhan menciptakan kita, Tuhan mengenal hati kita luar dan dalam, ketika orang lain tidak bisa menerima kita, Tuhan masih mau lo menerima kita apa adanya, Why? Kita anakNya, kita ciptaanNya yang dibentuk menurut gambar dan rupa Allah, kita sempurna di mataNya.

Now, it's your choice, masih mau mendengar kata2 orla, atau mau seperti punchinello yang datang kepada Tuhan dan menerima kasihNya, dan tidak membiarkan orla menentukan hidup kita. It's your Life, not Them. Dare to stand alone. Tuhan gak mungkin biarkan kita dikucilkan kok, carilah kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan bagiMu.


Ketika orang di sekitar kita berbuat hal yang tidak baik, tidak sesuai dengan hati nurani kita, salah di mata Tuhan, maukah kita berbalik dan tidak ikut2an? Walau harus menentang budaya, Tuhan ingin kita berjalan di jalanNya dan bukan jalan yang dibentuk manusia.


Teman, manusia gak ada yang perfect, kita semua punya kelemahan,punya ego, punya benteng dalam diri dan ini adalah sebuah proses kehidupan yang ga pernah berhenti. Jadi, mari kita bersama berjuang mencari kerajaan Surga hingga akhir nanti.

semoga bisa menjadi sesuatu yang membangun yah..



2 komentar:

Budiman on 21 Juni 2010 pukul 14.58 mengatakan...

ndak ngerti Stef.....

Stephanie Setiyadi on 21 Juni 2010 pukul 17.47 mengatakan...

hai om, udah aku kasih penjelasan neh.. hehe..
semoga bermanfaat!

 

Setangkup Roti Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
Cake Illustration Copyrighted to Clarice